PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT DI SEKOLAH
Oleh : Cepi Riyana, S.Pd., M.Pd.
"Membantu mewujudkan Sekolah yang Berstandar dan Bermutu..."
LAYANAN PELATIHAN ICT UNTUK GURU
Rasional
Kebutuhan akan multimedia Interaktif semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan Teknologi Informasi (IT) semakin berkembang pesat. Dalam dunia pendidikan misalnya siswa mulai dari pra-sekolah, SD, SMP dan SMU/SMK dituntut untuk mengenal TI sejak dini. Kebutuhan ini tidak hanya sebagai wacana tetapi dilegalisasi melalui terbitnya Kurkulum 2004 yang memasukan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah, lebih khusus lagi SMK TI secara spesifik mempelajari TI sebagai suatu keahlian produktif. Untuk menunjang masuknya TI di sekolah, pemerintah secara bertahap membantu sekolah-sekolah dengan memberikan perangkat hardawre komputer sebagai alat peraktek dan ditunjang dengan diberikannya BOM (bantuan perasional Manajemen) yang salah satunya harus dibelanjakan untuk membeli software komputer untuk menunjang pembelajaran TI dan penguasaan materi pelajaran umum dengan bantuan TI. Dengan demikian jelas bahwa kebutuhan bahan pembelajaran berbasis ICT sebagai alat untuk membantu siswa menguasai TI dan materi pelajaran umum lainnya dengan lebih cepat, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar, menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan.
Atas dasar pentingnya bahan pembelajaran berbasis ICT yang dirancang oleh guru bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan untuk kepentingan publikasi komunikasi dan informasi lembaga, maka sudah menjadi kebutuhan yang mendesak untuk adanya peningkatan kemampuan para pelaku pendidikan/ pelatihan terutama guru untuk memiliki kemampuan dalam merancang multimedia interaktif untuk mengemas berbagai materi-materi pelajaran. Dengan demikian diperlukan adanya kegiatan Pelatihan Pembuatan Multimedia Interaktif berbasis Komputer .
Jenis Kegiatan Pengembangan
Terdapat beberapa jenis kegiatan pengembangan kompetensi guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dalam penguasaan ICT untuk diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, yakni:
  1. Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.
  2. Pelatihan Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran
  3. Pelatihan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.
  4. Pelatihan Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)
  5. Pelatihan Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)
Tujuan Kegiatan Pengembangan
  1. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.
  2. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran yang dikuasainya untuk digunakan dalam PBM.
  3. Para Guru memiliki kompetensi dalam penguasaan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.
  4. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)
  5. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)
Materi Pelatihan
Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.
  1. Power Point 2003/2007 Basic dan enrichment.
  2. Power Point to Flash (Mengubah file power point menjadi File format SWF)
  3. Articulate Presenter
  4. Teknik Penggunaan (use) dan pemeliharaan (maintenance) Multimedia Projector (all brand all type)
  5. Prinsip-prinsip desain presentasi sesuai dengan kaidah komunikasi visual Teknologi Pembelajaran.

FUNGSI DAN PERAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (ICT)
UNTUK PENGEMBANGAN PESANTREN

By : Cepi Riyana (http://cepiriyana.blogspot.com/)

A. Pengantar
Tidak dapat dipungkiri bahwa kita sedang sudah memasuki masa dimana teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dewasa ini informasi merupakan “komoditas primer” yang dibutuhkan orang, seiring dengan semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi, sehingga lazim dikatakan peradaban pada masa ini merupakan peradaban masyarakat informasi. Menurut Ziauddin Sardar, informasi bukan hanya kebutuhan, melainkan juga dapat menjadi sumber kekuatan. Teknologi informasi dapat menjadi alat terpenting untuk manipulasi dan alat kendali. Ternyata memang, telah menjadi pendapat umum siapa yang menguasai informasi dialah penguasa masa depan. Bahwa kekuatan baru masyarakat bukanlah uang di tangan segelintir orang melainkan informasi ditangan banyak orang (The newsourceof power is not money in the hand of a few, but information in the hand of many).
Wujud dari teknologi informasi yang banyak digunakan oleh manusia saat ini diantaranya adalah komputer dan perangkat lainnya seperti internet, jaringan, wireless, hardware dan software. Secara umum komputer dan internet berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dan alat pengolahan informasi. Sebagai alat komunikasi internet menjadikan dunia tiada batas (borderless) manusia di belahan dunia manapun dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat, misalnya dengan chating dan mail. Bahkan komunikasi langsung tatap muka dengan dunia yang berbedapun sekarang bukan sesuatu yang aneh, misalnya dengan menggunakan videoconference. Dengan teknologi komputer informasi menjadi sedemikian mudah untuk diperoleh, enek untuk digunakan, mudah diproses dan lebih efisien. Mengolah dokumen yang banyak menjadi mudah dengan proses scaning, word processing hinggan pencetakan (printing). Itulah teknnologi informasi khususnya komputer yang meski jadi bagian penting dalam kehidupan kita, termasuk untuk pengembangan pesantren.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, tentu saja pesanren harus memicu diri menjadi lembaga yang melek terhadap penggunaan teknologi. Teknologi tidak dipandang dari sudut pandang negatifnya (madharat) namun sisi positif (maslahat) teknologi informasi jauh lebih banyak, terutama kepentingannya sebagai media pendidikan (tarbiyah) penegakan ajaran yang haq (syariah) dan sebagai sarana da’wah. Sebagai sarana pendidikan, komputer harus menjadi bagian untuk mempercepat perolehan pengetahuan dan keterampilan bagi siswa. Santri dapat menghapal alquran melalui CD al-Quran digital. Menghapal hadits-hadist yang ratusan bahkan ribuan, cukup dengan CD dan Audio digital (Mp3 player). Seorang sanytri yang akan berda’wah dapat mencari bahan da’wahnya cukup dengan mengakses internet, ribuan bahan tersedia di sana.Banyak lagi manfaat komputer yang lainnya, misalnya untuk mengolah data lembaga, santri, guru, sistem penggajian, sistem informasi lembaga dan lain-lain.

Disampaikan pada Pelatihan Pengembangan IT untuk Pesantren
(Kerjasama dengan Kanwil Depag Jabar)

Artikel lengkap hubungi email (cheppy@upi.edu)

Abstraksi
Pendidikan terus berupaya menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan global, tak terkecuali pola pendidikan bagi guru. Penggunaan ICT dalam pendiidkan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk penyelenggaraan pendidikan bagi para calon guru dan para guru profesional. Terdapat beberapa model pembelajaran guru di beberapa negara dengan sistem pendidikan terbuka dengan pembelajaran jarak jauh misalnya : penggunaan Tvplus jurnalistik di Brazil, Pemanfaatan Radio interaktif di Afrika Selatan, Pengembangan kepala sekolah di Burkino Faso Afrika dan penggunaan ICT di Cili. Model yang banyak digunakan oleh beberapa negara adalah dengan pemanfaatan ICT terutama dengan sistem elearning. Hal tersebut diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.107/U/2001 (2 Juli 2001) tentang ‘Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh’, maka perguruan tinggi tertentu yang mempunyai kapasitas menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh menggunakan e-learning, juga telah diijinkan menyelenggarakan-nya. Lembaga lembaga pendidikan non-formal seperti kursus-kursus, juga telah memafaatkan keunggulan e-learning ini untuk program-programnya termasuk program pendidikan guru sedianya dilakukan analisis secara mendalam kemungkinan untuk diterapkan dalam pendidikan jarak jauh dengan menerapkan ICT.

IMPLEMENTASI MATA PELAJARAN TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI SMA


Cepi Riyana (2006). Implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA 15 Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pemberlakuan mata pelajaran baru yaitu Teknologi Informasi dan komunikasi yang memerlukan analisis lebih dalam tentang strategi implementasinya di sekolah, oleh sebab itu penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaimana prosedur dalam implementasi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dan faktor-faktor apa saja yang mempengruhi implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, adapun subjek penelitian meliputi : kepala sekolah, wakasek kurikulum, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sesuai paradigma kualitatif, prosedur penelitian meliputi : pra-lapangan, lapangan dan pelaporan.
Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa prosedur implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA 15 Bandung meliputi prosedur umum dan prosedur khusus. Prosedur umum meliputi perencanaan yang berisi aktivitas (1) Pengadaan fasilitas belajar, (2) Penyediaan ruang laboratorium, (3) Pengadaan Komputer, (4) Identifikasi sumber daya, dan (5) Menyiapkan Silabus. Adapun dalam pelaksanaan meliputi aktivitas : (1) menentukan prosedur kegiatan PBM, (2) penggunaan metode mengajar, (3) penggunaan media pembelajaran dan penyajian bahan ajar. Serta evaluasi meliputi : penilaian dengan instrumen berbentuk tes dan penilaian dengan bentuk non tes. Prosedur evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi diantaranya : pre-Tes, diberikan pada siswa pada awal pembelajaran dan Post-Tes, yang betujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan pada satu kali pertemuan. Prosedur khusus pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi : tahap persiapan pembelajaran yaitu : Pemahaman Standar Operation Prosedur (SOP) sebagai syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pemahaman Etika dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Entering Behaviour Level. Pada Pelaksanaan Pembelajaran meliputi pemahaman Sistem Operasi (Operating System), Setting Periferal, Pengolahan Informasi untuk produktivitas, Pengembangan Program Aplikasi. Sedangkan tahap Evaluasi Pembelajaran meliputi Pencil and paper test, Performance Tes, Evaluasi Produk dalam bentuk Fortofolio.
Faktor - Faktor yang mempengaruhi implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, meliputi faktor internal yaitu Guru, siswa dan fasilitas. Guru kaitannya dengan motivasi berprestasi, penguasaan materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dan faktor eksternal, meliputi : dukungan dari lembaga/sekolah, dukungan dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah.
Beberapa rekomendasi untuk implementasi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di skolah adalah dalam penyelenggaraan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diperlukan perencanaan yang baik, penyelenggaraan pembelajaran hendaknya pihak sekolah dan guru merujuk sepenuhnya kepada standar kompetensi, dan kompetensi dasar, implementasi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dilakukan dengan prosedur yang komprensif yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan menggunakan model evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi dalam bentuk unjuk kerja dan produk (Performance & product) pada diri siswa terhadap penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Artikel Lengkap hub (cheppy@upi.edu)